ARCHI
DESIGN
Integrated Architectural Knowledge, Research & Design Platform untuk keputusan desain berbasis data, teori, preseden, dan evaluasi.
Belajar → Merancang → Mengembangkan → Membuktikan
Lima mode saling bertukar data dan bukti. Klik setiap tahap untuk masuk ke ruang kerjanya.
Basis Pengetahuan Arsitektur
Ensiklopedia terpadu untuk teori, sejarah, tokoh, karya, tipologi, tema, standar, material, preseden, dan bibliografi.
Workspace Proses Perancangan
Jejak keputusan dari brief hingga dokumentasi. Setiap tahap menghubungkan data, analisis, konsep, alternatif, evaluasi, dan bukti.
Simulasi Massa 3D
Ubah parameter tapak dan program, putar model dengan drag, lalu baca konsekuensi luas, kepadatan, ruang terbuka, serta ketinggian.
Mesin 3D menggunakan Three.js r160 · repositori GitHub resmi ↗. Simulasi bersifat konseptual dan tidak menggantikan BIM, perhitungan struktur, energi, maupun regulasi.
Dasar bentuk–ruang
Komposisi, fungsi, tapak, program, dan komunikasi dasar.
Bangunan & konteks
Integrasi bangunan publik, struktur, utilitas, dan lingkungan.
Kompleksitas & kinerja
Program kompleks, kawasan, performa, dan argumentasi desain.
Resolusi final
Dokumentasi komprehensif dan pertanggungjawaban keputusan.
Sejarah & Timeline Arsitektur
Tiga jalur paralel untuk membedakan gaya/langgam, metode menghasilkan rancangan, dan pendekatan untuk menetapkan prioritas desain. Setiap kartu dapat membuka preseden atau materi terkait.
Ciri formal, spasial, tektonik, dan representasional yang tampak pada karya.
Prosedur kerja untuk menganalisis, menghasilkan alternatif, menguji, dan memilih keputusan.
Lensa nilai atau prioritas—konteks, sosial, teknologi, ekologi, pengalaman, atau kinerja.
Isu pengarah yang dapat melintasi banyak gaya dan metode, seperti memori, kesehatan, iklim, atau kota.
Klasik & Peradaban Awal
Mesir, Mesopotamia, Yunani–Romawi, Persia, India, Tiongkok, Jepang, Mesoamerika, Andes, dan tradisi kepulauan dibaca melalui kosmologi, proporsi, aksis, halaman, struktur, dan ritual.
Bizantium, Islam, Medieval, Gotik & Vernakular
Ruang sakral, kubah, muqarnas, nave, struktur batu, kota dagang, rumah halaman, dan pengetahuan material lokal berkembang lintas Afrika, Eropa, Asia, dan Nusantara.
Renaisans, Barok, Neoklasik, Revival & Beaux-Arts
Perspektif, simetri, komposisi akademik, sejarah sebagai repertori, kolonialisme, teknik besi-kaca, dan reformasi kota membentuk modernitas awal.
Art Nouveau, Ekspresionisme, Bauhaus & Modernisme Awal
Abstraksi, fungsi, standardisasi, ruang bebas, produksi industri, dan program sosial menggeser arsitektur dari imitasi sejarah.
International Style, Brutalisme, Metabolisme & Organik
Rekonstruksi, perumahan massal, beton ekspresif, megastruktur, sistem modular, lanskap, dan respons iklim memperluas modernisme.
Postmodern, High-Tech, Dekonstruksi & Regionalisme Kritis
Makna, sejarah, teknologi, fragmentasi, tempat, dan pengalaman lokal menjadi kritik atas universalisme modern.
Parametrik, Digital, Berkelanjutan & Adaptive Reuse
BIM, algoritma, simulasi performa, fabrikasi digital, LCA, partisipasi, serta penggunaan kembali bangunan menyatukan desain dan bukti.
Regeneratif, AI-Assisted, Circular & Lintas Disiplin
Karbon, biodiversitas, keadilan, desain untuk Country, circularity, digital twins, AI, robotika, dan evaluasi pascahuni menjadi medan praktik mutakhir.
Timeline adalah kerangka orientasi lintas wilayah, bukan garis evolusi tunggal. Tradisi lokal berlangsung bersamaan, saling memengaruhi, dan tidak selalu mengikuti periodisasi Eropa. Gunakan tautan kartu untuk menguji kategori terhadap tokoh, karya, tempat, dan sumber.
Sistem & Analisis Perancangan
Empat belas perangkat kerja untuk menghubungkan tapak, program, ruang, struktur, utilitas, lingkungan, dan pengalaman pengguna. Pilih modul untuk membuka penjelasan dan simulasi konseptualnya.
Utilitas Terpadu
Semua simulasi bersifat konseptual untuk pembelajaran awal. Ukuran, kapasitas, struktur, MEP, kenyamanan, keselamatan, energi, dan kepatuhan wajib dihitung serta diverifikasi oleh tenaga kompeten menggunakan data proyek dan standar yang berlaku.
Simulasi Perancangan Bangunan Indonesia
Bandingkan kondisi awal dan skenario rancangan berdasarkan provinsi, iklim, tapak, jenis bangunan, program, selubung, sistem pasif–aktif, air, energi, dan risiko lokal—dengan massa 3D yang dapat diputar.
Bangunan Hunian Tropis
Mesin geometri dan ekspor DXF: Microsoft Maker.js · Apache-2.0 ↗
Struktur, utilitas, energi, material, interior & eksterior
Angka berubah langsung mengikuti semua parameter. Gunakan sebagai pembanding awal, bukan pengganti kalkulasi profesional.
Dari baseline menuju skenario yang lebih sesuai konteks.
Pola interaksi terinspirasi oleh MABI—memasukkan kondisi awal, memilih peningkatan, lalu membandingkan dampak—namun variabel dan pembacaannya dikembangkan khusus untuk perancangan arsitektur Indonesia.
Sumber inspirasi interaksi: MIT MABI ↗Data iklim provinsi menggunakan profil indikatif ibu kota provinsi dan zona iklim untuk orientasi studio. Nilai energi, karbon, air, kenyamanan, dan biaya adalah indeks komparatif, bukan audit bangunan. Verifikasi dengan data BMKG, peta risiko BNPB, regulasi daerah, survei tapak, simulasi teknis, dan tenaga profesional.
Proyek dan Jejak Keputusan
Ruang kerja untuk brief, tapak, program, tahapan desain, artefak, versi, komentar, dan portofolio akademik.
Portofolio adalah argumen visual, bukan album gambar.
Masalah
Brief, konteks, pengguna, konflik, dan tujuan proyek.
Bukti
Data, sumber, analisis, preseden, dan kriteria terukur.
Eksplorasi
Alternatif, model, sketsa, simulasi, kritik, dan kegagalan.
Keputusan
Alasan seleksi, trade-off, koordinasi sistem, dan revisi.
Resolusi
Gambar final, kinerja, detail, refleksi, dan pelajaran.
Evaluasi, Bukti, dan Kendali Mutu
Memeriksa konsistensi brief–analisis–konsep–keputusan tanpa menggantikan verifikasi profesional.
Bantu berpikir.
Bukan memutuskan.
Semua keluaran AI harus ditandai, memiliki sumber, dan diverifikasi pengguna. Klaim struktur, regulasi, serta simulasi memerlukan data dan perhitungan sah.
Kerangka evaluasi diadaptasi untuk pembelajaran dari AIA Framework for Design Excellence. Skor adalah alat refleksi awal, bukan sertifikasi profesional.
Zona ditetapkan per tugas,
bukan per mata kuliah.
Jika zona belum dinyatakan dosen, berlaku Zona Kuning sementara: AI hanya untuk pencarian informasi awal dan penyuntingan bahasa, dengan deklarasi wajib.
Terlarang
AI tidak digunakan. Mahasiswa menyimpan bukti proses dan mengerjakan kemampuan inti secara mandiri.
Terbatas dengan aturan
Hanya pada tahap yang disebutkan dosen. Hasil akhir tetap orisinal, riwayat perintah dan deklarasi wajib disimpan.
Dianjurkan dengan refleksi
AI menjadi bahan latihan kritik. Penilaian menekankan koreksi, alasan menerima atau menolak, dan konteks lokal.
Pemrogram Arsitektur
Susun brief, pengguna, aktivitas, kapasitas, kebutuhan ruang, luasan, dan hubungan fungsional sebelum bentuk dirancang.
Goals · Facts · Concepts · Needs · Problem
Program adalah dasar keputusan desain, bukan daftar ruang semata. Rumuskan tujuan, kumpulkan fakta, uji konsep organisasi, hitung kebutuhan, lalu nyatakan masalah desain yang harus dijawab.
| Ruang | Aktivitas | Kapasitas | m²/orang | Luas neto | Zona | Persyaratan khusus |
|---|
Angka luasan contoh wajib diverifikasi terhadap standar tipologi, observasi, regulasi, dan kebutuhan pengguna proyek.
Metode, Konsep & Transformasi
Struktur pembelajaran dari membaca konteks sampai membuktikan keputusan desain, disusun dari buku ajar dan materi kuliah yang diberikan.
Konteks → Relasi → Organisasi → Konsep → Transformasi → Sistem → Evaluasi
Setiap tahap harus menghasilkan artefak yang dapat ditelusuri: data, diagram, kriteria, alternatif, gambar skematik, dan bukti kinerja.
Tujuh jalur membaca arsitektur mutakhir
Pilih dari menu kiri untuk membuka teori, perangkat analisis, tokoh, karya, dan transfernya ke studio.
Postmodernisme
Teori: kritik terhadap universalisme modern; sejarah, tanda, warna, ironi, dan makna jamak kembali menjadi perangkat komunikasi.
Metode: baca kode budaya, tipe, fasad, simbol, dan penerimaan pengguna; bandingkan makna yang dimaksud dengan makna yang terbaca.
TOKOH · Robert Venturi, Denise Scott Brown, Michael GravesKARYA · Vanna Venturi House, Portland Building, Sainsbury Wing
High-Tech
Teori: struktur, servis, komponen industri, dan proses perakitan ditampilkan sebagai bahasa arsitektur.
Metode: petakan jalur gaya, modul, sambungan, servis, fleksibilitas, perawatan, dan siklus penggantian komponen.
TOKOH · Renzo Piano, Richard Rogers, Norman FosterKARYA · Centre Pompidou, Lloyd’s Building, HSBC Hong Kong
Dekonstruksi
Teori: mengganggu stabilitas geometri, hirarki, pusat, batas, dan pembacaan tunggal tanpa melepaskan kebutuhan program.
Metode: lakukan fragmentasi, superimposisi, displacement, folding, dan collision; uji kembali orientasi, struktur, serta keterbacaan pengguna.
TOKOH · Zaha Hadid, Peter Eisenman, Daniel LibeskindKARYA · Vitra Fire Station, Wexner Center, Jewish Museum Berlin
Regionalisme Kritis
Teori: modernitas ditafsirkan melalui topografi, iklim, material, tektonik, budaya, dan pengalaman inderawi setempat.
Metode: audit iklim dan budaya, petakan pengetahuan lokal, lalu terjemahkan prinsipnya tanpa menyalin bentuk tradisional.
TOKOH · Geoffrey Bawa, Glenn Murcutt, Tadao Ando, Andra MatinKARYA · Kandalama, Magney House, Church of Light, Katamama
Keberlanjutan
Teori: bangunan dinilai melalui karbon, energi, air, kesehatan, biodiversitas, ketahanan, keadilan, dan siklus hidup.
Metode: tetapkan baseline dan target; gunakan analisis iklim, LCA, energi, air, material, POE, serta rencana adaptasi.
TOKOH · Rolf Disch, Stefano Boeri, White ArkitekterKARYA · Heliotrop, Bosco Verticale, Sara Kulturhus
Desain Digital & Parametrik
Teori: algoritma, parameter, data, simulasi, fabrikasi, dan umpan balik memperluas cara menghasilkan serta menguji alternatif.
Metode: nyatakan parameter dan batas, bangun model generatif, jalankan simulasi, lakukan optimasi multi-kriteria, lalu verifikasi hasil.
TOKOH · Zaha Hadid, Killa Design, MAD ArchitectsKARYA · Morpheus Hotel, Museum of the Future, Lucas Museum
Praktik Kontemporer
Teori: praktik bergerak lintas disiplin dan menggabungkan riset, partisipasi, reuse, material baru, data, serta isu sosial-ekologis.
Metode: bentuk tim dan pertanyaan bersama; gunakan co-design, prototyping, scenario planning, evidence-based design, dan evaluasi pascahuni.
TOKOH · MVRDV, SANAA, SHAU, IBUKUKARYA · Valley, Sydney Modern, Microlibrary, The Arc
Postmodernisme
Uji bagaimana intensitas teori memengaruhi keputusan ruang, bentuk, sistem, dan komunikasi.
Simulasi membandingkan kecenderungan keputusan konseptual. Hasil wajib diuji kembali dengan data tapak, pengguna, struktur, iklim, regulasi, biaya, dan bukti kinerja.
Dari teori menuju artefak perancangan
Setiap metode dijabarkan sebagai urutan kerja, perangkat, keluaran, dan pemeriksaan—bukan sekadar biografi tokoh.
Site Analysis
Mengubah data tapak menjadi diagram pengaruh dan konsekuensi desain.
- Tentukan cakupan.Batas tapak, skala kawasan, program, pemangku kepentingan, periode observasi, dan keputusan yang perlu didukung.
- Inventarisasi fakta.Lokasi, batas, regulasi, akses, utilitas, konteks, iklim, topografi, tanah, hidrologi, vegetasi, kebisingan, pandangan, dan risiko.
- Diagramkan tiap lapisan.Gunakan peta dasar konsisten; bedakan fakta, arah, intensitas, waktu, serta sumber data.
- Interpretasikan pengaruh.Ubah data menjadi aset, kendala, peluang, konflik, zona sensitivitas, dan hubungan antarlapisan.
- Rumuskan respons.Turunkan kriteria orientasi, akses, zonasi, massa, ruang luar, drainase, preservasi, serta mitigasi.
- Uji dan verifikasi.Cocokkan respons dengan survei lapangan, regulasi, pengguna, dan alternatif desain.
Form, Space & Order
Menyusun bentuk dan ruang melalui kosakata visual yang dapat dibandingkan.
- Kenali elemen primer.Titik, garis, bidang, dan volume dipakai untuk membentuk medan, batas, arah, pusat, serta teritori.
- Operasikan bentuk.Uji bentuk dasar, dimensi, transformasi, aditif–subtraktif, artikulasi permukaan, tepi, dan bukaan.
- Bentuk kualitas ruang.Atur derajat keterlingkupan, cahaya, pandangan, hubungan dalam–luar, ambang, dan kontinuitas.
- Pilih relasi ruang.Ruang di dalam ruang, saling mengunci, bersebelahan, atau dihubungkan ruang bersama.
- Bandingkan organisasi.Terpusat, linear, radial, mengelompok, dan grid dibandingkan terhadap program serta pertumbuhan.
- Susun sirkulasi.Pendekatan, masuk, konfigurasi jalur, hubungan jalur–ruang, dan bentuk ruang sirkulasi.
- Uji skala dan keteraturan.Proporsi, skala manusia, sumbu, simetri, hirarki, datum, ritme, repetisi, dan transformasi.
Revealing Architectural Design
Membuka logika di balik konsep agar keputusan dapat dipahami dan diuji.
- Petakan domain pengetahuan.Bedakan domain arsitektur, pengguna, iklim, teknologi, sosial, ekonomi, budaya, regulasi, dan domain khusus proyek.
- Pahami syntax domain.Catat istilah, aturan, hubungan, ukuran keberhasilan, dan jenis bukti yang sah dalam setiap domain.
- Lakukan framing.Pilih sudut pandang yang menentukan apa yang dianggap masalah, relevan, dan mungkin ditindaklanjuti.
- Pilih gaya berpikir.Gunakan analitis, kreatif, analogis, abductive, atau first-principles sesuai jenis keputusan.
- Transfer antardomain.Abstraksikan hubungan dari domain sumber, petakan kesetaraannya, lalu terjemahkan—jangan menyalin bentuk mentah.
- Pilih framework.Patterns untuk konfigurasi berulang; forces untuk menyeimbangkan tekanan; concepts untuk gagasan pengarah.
- Putuskan dan uji.Nyatakan alasan, bias, konsekuensi, koherensi internal, alternatif pembanding, dan bukti keberhasilan.
Konteks, Tapak & Masalah
Bangun dasar keputusan sebelum menggambar bentuk.

Lapisan data konteks
Petakan lokasi, pencapaian, kebisingan, matahari, lingkungan, kontur, peraturan, dan pandangan. Setiap temuan diubah menjadi potensi, kendala, kriteria, lalu respons.
- Peta fakta terukur
- Diagram pengaruh
- Respons awal yang dapat diuji
Apa yang harus dijawab desain?
- Siapa pengguna dan aktivitasnya?
- Apa konflik utama tapak-program?
- Kondisi mana yang wajib dipertahankan?
- Kinerja apa yang menjadi ukuran keberhasilan?
Bentuk, Ruang & Susunannya
Terjemahkan aktivitas menjadi hubungan spasial, organisasi, dan alur sirkulasi yang dapat diuji.
Ruang di dalam ruang
Ruang besar memuat ruang yang lebih kecil. Uji hirarki, ambang, pengawasan, dan tingkat privasinya.
Kerangka: Ching, spatial relationships.Ruang saling mengunci
Dua ruang bertumpang tindih dan membentuk zona bersama yang dapat menjadi pengikat program.
Kerangka: Ching, interlocking spaces.Ruang bersebelahan
Ruang berbagi batas. Uji kedekatan aktivitas, akses, akustik, bukaan, struktur, dan servis.
Kerangka: Ching, adjacent spaces.Dihubungkan ruang bersama
Dua ruang terpisah dipersatukan ruang perantara; bentuk dan orientasinya menentukan kekuatan hubungan.
Kerangka: Ching, spaces linked by a common space.Organisasi spasial
Bandingkan susunan terpusat, linear, radial, mengelompok, dan grid sesuai hierarki serta pola pertumbuhan.
Kerangka: Ching, spatial organizations.Sirkulasi & pengalaman
Uji pendekatan, pintu masuk, urutan jalur, hubungan jalur-ruang, serta bentuk ruang sirkulasi.
Kerangka: Ching, circulation.Metode, Kerangka & Alat Perancangan
Susun domain pengetahuan, framing, pola, forces, konsep, keputusan, dan pengujian menjadi alur yang koheren.

Dari pengetahuan menuju keputusan
Definisikan domain yang relevan, bingkai persoalan, baca pola dan forces, lalu lakukan transfer ke konsep ruang, tapak, bentuk, struktur, konstruksi, dan MEP.
Kerangka utama: Philip D. Plowright, Revealing Architectural Design. Gambar pendukung: Buku Ajar TMPA 4, Bab I, hlm. PDF 8.
Koherensi dan pengujian
Nyatakan alasan setiap keputusan, uji kesesuaiannya terhadap framing dan kriteria, bandingkan alternatif, lalu dokumentasikan umpan balik dan revisi.
Kerangka utama: Philip D. Plowright, Revealing Architectural Design. Gambar pendukung: Buku Ajar TMPA 4, Bab II, hlm. PDF 16.Pendekatan & Transformasi
Ubah gagasan menjadi alternatif, bukan satu bentuk prematur.

Lensa untuk memilih respons
Uji pendekatan ekonomi, perilaku, lingkungan, kontekstual, tipologis, teknologi, dan estetika sesuai masalah proyek. Nyatakan alasan memilih satu pendekatan atau kombinasi.
Sumber gambar dan ringkasan: Buku Ajar TMPA 4, Bab III, hlm. PDF 46.
Operasi perubahan terarah
Catat sumber bentuk, aturan perubahan, tahapan, dan akibat ruangnya. Bandingkan pemindahan rupa, dekomposisi, pengurangan, penambahan, perubahan dimensi, dan konfigurasi.
Sumber gambar dan ringkasan: Buku Ajar TMPA 4, Bab IV, hlm. PDF 54.Skematik, Struktur & Sistem Bangunan
Setiap keputusan bentuk mempunyai konsekuensi lintas sistem.

Bangunan sebagai sistem terpadu
Material, struktur, api, air, udara, kelembapan, termal, cahaya, akustik, utilitas, pemeliharaan, dan limbah harus dibaca sebagai hubungan timbal balik.
Sumber gambar dan ringkasan: MIT 4.401 Introduction to Building Technology, Spring 2006, slide 8.
Belajar dari perilaku dan kegagalan
Preseden struktur dibaca melalui bentang, geometri, material, jalur gaya, perubahan, kerusakan, dan intervensi; bukan hanya melalui penampilan.
Sumber gambar: MIT Analysis of Historic Structures, John Ochsendorf, slide 2.Diagram, Bukti & Evaluasi
Representasi harus menjelaskan alasan dan konsekuensi keputusan.

Bentuk, aturan, dan kemungkinan
Gunakan diagram untuk menemukan bentuk tersirat, membandingkan alternatif, dan menjelaskan aturan generatif. Bedakan identitas bentuk dengan kemungkinan pembacaan atau embedding.
Sumber gambar dan ringkasan: MIT 4.540, Design as Art and Use, slide 5.Luaran minimum yang dapat diaudit
- Inventaris data dan sitasi
- Diagram analisis-sintesis
- Matriks kriteria dan alternatif
- Skematik tapak, ruang, bentuk, struktur, dan utilitas
- Evaluasi kinerja serta revisi
- Daftar sumber gambar dan penjelasan
Buku Ajar TMPA 4 — konsep, tema, pendekatan, transformasi, tugas, dan luaran studio.
Metode Analisis Site/Tapak — faktor, proses, dan respons analisis tapak.
MIT OpenCourseWare — relasi ruang, layers/zones/diagramming, visual reasoning, teknologi bangunan, struktur, dan studio design.
Gambar ditampilkan sebagai cuplikan pembelajaran dengan sumber pada tiap kartu. Hak cipta tetap pada penulis dan penerbit masing-masing.
Kuis & Pelajaran Teknis
Kuis formatif SPA I–VI dan mata kuliah terkait, ditautkan dengan pelajaran singkat struktur, teknologi bangunan, utilitas, fisika bangunan, transportasi vertikal, parkir, dan vegetasi.
Video Perancangan Arsitektur
Materi audiovisual terpilih untuk memperjelas pemrograman, analisis, konsep, sistem bangunan, dan teori perancangan.
Lihat prosesnya.
Pahami keputusannya.
Setiap video dapat diputar langsung tanpa meninggalkan aplikasi. Gunakan video sebagai pengantar, lalu periksa sumber asli, konteks, tanggal, dan relevansinya terhadap proyek studio.
Pustaka Data Arsitek
Indeks teknis terstruktur dari tiga jilid Data Arsitek: manusia, ruang, konstruksi, sirkulasi, tapak, dan tipologi bangunan.
Dari ukuran manusia
menuju program bangunan.
Kategori mengikuti struktur daftar isi tiap jilid. Gunakan sebagai orientasi awal dan pembanding desain; angka dan ketentuan wajib diperiksa pada halaman asli serta standar Indonesia yang berlaku.
Arsitek & Preseden
Katalog 520 tokoh dan karya dengan foto, uraian singkat, geotag, periode, dan sumber yang dapat ditelusuri.
Peta Dunia 520 Karya Arsitektur
Klik titik untuk membuka tokoh, karya, foto, deskripsi, periode karya, dan sumber. Koleksi kontemporer diperluas hingga 2026.
Foto cepat, gambar kerja tetap bersumber.
Pratinjau karya disimpan ringan di ARCHIDESIGN. Galeri lengkap, denah, potongan, tampak, dan kredit fotografer dibuka pada halaman penerbit asal.
Atlas Arsitektur Modern
Tokoh, karya, dan aliran dari proyek Atlas Arsitektur Modern, dengan klaster Indonesia dan Australia yang diperluas.
Pelajari logika keputusan,
bukan menyalin bentuk.
Setiap profil diringkas sebagai pintu masuk studi preseden. Baca karya dalam konteks tempat, program, struktur, material, iklim, pengguna, dan zamannya.
Metadata profil bersumber dari Wikidata; foto tokoh dan karya terhubung ke Wikimedia Commons. Buka detail profil untuk melihat sumber dan halaman atribusi. Katalog ini merupakan indeks pembelajaran—verifikasi kembali metadata, penulis karya, dan lisensi media sebelum publikasi ulang.
Referensi Desain
Telusuri pengertian, bakuan, prosedur, dokumen, dan pemeriksaan mutu desain.
Skema Kurikulum Prodi Arsitektur
Kerangka keterkaitan seluruh mata kuliah dengan Studio Perancangan Arsitektur I–VI.
SPA sebagai tulang punggung kurikulum
Pilih mata kuliah atau tahap SPA untuk menyorot hubungan pengetahuan, teknologi, komunikasi, riset, dan praktik ke dalam studio.
Alur Perancangan
Checklist bertahap dari pembacaan brief sampai presentasi akhir.
Referensi Tersimpan
Tandai materi yang sering digunakan agar cepat ditemukan kembali.
Belum ada referensi tersimpan
Tekan ikon bintang pada kartu referensi.
Server Kelas
Bagikan aplikasi kepada mahasiswa yang berada pada jaringan Wi-Fi/LAN yang sama.
Aktif dan siap diakses
Aplikasi desktop menjalankan server secara otomatis. Mahasiswa tidak perlu memasang aplikasi; cukup membuka alamat kelas melalui browser.
Pustaka Global
Referensi resmi dan primer untuk pemrograman, perancangan, regulasi, aksesibilitas, BIM, kesehatan, dan keberlanjutan.
Global sebagai pembanding.
Lokal sebagai pengendali.
Gunakan regulasi Indonesia dan peraturan daerah terbaru sebagai dasar kepatuhan proyek. Standar internasional, kerangka profesi, dan buku dipakai untuk memperluas metode, menguji mutu, dan memperkuat argumentasi desain.


