← Pindo Tutuko
MATA KULIAHBeranda
INTEGRATED ARCHITECTURAL KNOWLEDGE, RESEARCH & DESIGN PLATFORM

ARCHI
DESIGN

Integrated Architectural Knowledge, Research & Design Platform untuk keputusan desain berbasis data, teori, preseden, dan evaluasi.

01
KNOWLEDGE MODEEnsiklopedia & Referensi
02
DESIGN STUDIO MODEBrief hingga Dokumentasi
REFERENSI DESAINKelompok pengetahuan
MULAI DARI SINIUrutan kerja studio
KURIKULUM TERINTEGRASIHubungan mata kuliah utama
ALUR TERPADU ARCHIDESIGN

Belajar → Merancang → Mengembangkan → Membuktikan

Lima mode saling bertukar data dan bukti. Klik setiap tahap untuk masuk ke ruang kerjanya.

KNOWLEDGE MODE

Basis Pengetahuan Arsitektur

Ensiklopedia terpadu untuk teori, sejarah, tokoh, karya, tipologi, tema, standar, material, preseden, dan bibliografi.

LANDASAN RESMIKerangka untuk menghubungkan pengetahuan dan desain
WBDG · Architectural ProgrammingHasil pencarian resmi WBDG untuk riset dan penetapan lingkup masalah desain.AIA · Framework for Design ExcellenceSepuluh prinsip desain berkelanjutan, resilien, sehat, dan inklusif.RIBA · Plan of WorkDelapan tahap dari definisi strategis hingga penggunaan bangunan.
DESIGN STUDIO MODE · S1

Workspace Proses Perancangan

Jejak keputusan dari brief hingga dokumentasi. Setiap tahap menghubungkan data, analisis, konsep, alternatif, evaluasi, dan bukti.

ARTEFAK WAJIBLuaran dan bukti per tahap
DESIGN REVIEWKriteria evaluasi lintas tahap
PARAMETRIC MASSING LAB · THREE.JS

Simulasi Massa 3D

Ubah parameter tapak dan program, putar model dengan drag, lalu baca konsekuensi luas, kepadatan, ruang terbuka, serta ketinggian.

DRAG · ROTATE  |  SCROLL · ZOOM  |  AUTO ORBIT

Mesin 3D menggunakan Three.js r160 · repositori GitHub resmi ↗. Simulasi bersifat konseptual dan tidak menggantikan BIM, perhitungan struktur, energi, maupun regulasi.

SPA 1–2

Dasar bentuk–ruang

Komposisi, fungsi, tapak, program, dan komunikasi dasar.

SPA 3–4

Bangunan & konteks

Integrasi bangunan publik, struktur, utilitas, dan lingkungan.

SPA 5–6

Kompleksitas & kinerja

Program kompleks, kawasan, performa, dan argumentasi desain.

TUGAS AKHIR

Resolusi final

Dokumentasi komprehensif dan pertanggungjawaban keputusan.

GLOBAL ARCHITECTURAL HISTORY · METHODS · APPROACHES

Sejarah & Timeline Arsitektur

Tiga jalur paralel untuk membedakan gaya/langgam, metode menghasilkan rancangan, dan pendekatan untuk menetapkan prioritas desain. Setiap kartu dapat membuka preseden atau materi terkait.

GAYA / LANGGAM

Ciri formal, spasial, tektonik, dan representasional yang tampak pada karya.

METODE

Prosedur kerja untuk menganalisis, menghasilkan alternatif, menguji, dan memilih keputusan.

PENDEKATAN

Lensa nilai atau prioritas—konteks, sosial, teknologi, ekologi, pengalaman, atau kinerja.

TEMA

Isu pengarah yang dapat melintasi banyak gaya dan metode, seperti memori, kesehatan, iklim, atau kota.

GAYA DUNIA AWAL

Klasik & Peradaban Awal

Mesir, Mesopotamia, Yunani–Romawi, Persia, India, Tiongkok, Jepang, Mesoamerika, Andes, dan tradisi kepulauan dibaca melalui kosmologi, proporsi, aksis, halaman, struktur, dan ritual.

TRADISI REGIONAL

Bizantium, Islam, Medieval, Gotik & Vernakular

Ruang sakral, kubah, muqarnas, nave, struktur batu, kota dagang, rumah halaman, dan pengetahuan material lokal berkembang lintas Afrika, Eropa, Asia, dan Nusantara.

HUMANISME–INDUSTRI

Renaisans, Barok, Neoklasik, Revival & Beaux-Arts

Perspektif, simetri, komposisi akademik, sejarah sebagai repertori, kolonialisme, teknik besi-kaca, dan reformasi kota membentuk modernitas awal.

AVANT-GARDE

Art Nouveau, Ekspresionisme, Bauhaus & Modernisme Awal

Abstraksi, fungsi, standardisasi, ruang bebas, produksi industri, dan program sosial menggeser arsitektur dari imitasi sejarah.

MODERNISME JAMAK

International Style, Brutalisme, Metabolisme & Organik

Rekonstruksi, perumahan massal, beton ekspresif, megastruktur, sistem modular, lanskap, dan respons iklim memperluas modernisme.

KRITIK & PLURALISME

Postmodern, High-Tech, Dekonstruksi & Regionalisme Kritis

Makna, sejarah, teknologi, fragmentasi, tempat, dan pengalaman lokal menjadi kritik atas universalisme modern.

PERFORMA & KOMPUTASI

Parametrik, Digital, Berkelanjutan & Adaptive Reuse

BIM, algoritma, simulasi performa, fabrikasi digital, LCA, partisipasi, serta penggunaan kembali bangunan menyatukan desain dan bukti.

PRAKTIK KONTEMPORER

Regeneratif, AI-Assisted, Circular & Lintas Disiplin

Karbon, biodiversitas, keadilan, desain untuk Country, circularity, digital twins, AI, robotika, dan evaluasi pascahuni menjadi medan praktik mutakhir.

Timeline adalah kerangka orientasi lintas wilayah, bukan garis evolusi tunggal. Tradisi lokal berlangsung bersamaan, saling memengaruhi, dan tidak selalu mengikuti periodisasi Eropa. Gunakan tautan kartu untuk menguji kategori terhadap tokoh, karya, tempat, dan sumber.

BUILDING SYSTEMS · PROGRAMMING · ENVIRONMENTAL ANALYSIS

Sistem & Analisis Perancangan

Empat belas perangkat kerja untuk menghubungkan tapak, program, ruang, struktur, utilitas, lingkungan, dan pengalaman pengguna. Pilih modul untuk membuka penjelasan dan simulasi konseptualnya.

SISTEM BANGUNAN

Utilitas Terpadu

Semua simulasi bersifat konseptual untuk pembelajaran awal. Ukuran, kapasitas, struktur, MEP, kenyamanan, keselamatan, energi, dan kepatuhan wajib dihitung serta diverifikasi oleh tenaga kompeten menggunakan data proyek dan standar yang berlaku.

INDONESIA BUILDING DESIGN EXPLORER · 38 PROVINSI

Simulasi Perancangan Bangunan Indonesia

Bandingkan kondisi awal dan skenario rancangan berdasarkan provinsi, iklim, tapak, jenis bangunan, program, selubung, sistem pasif–aktif, air, energi, dan risiko lokal—dengan massa 3D yang dapat diputar.

Jawa Timur · Surabaya

Bangunan Hunian Tropis

3D: DRAG · ROTATE · SCROLL-ZOOM  |  2D: PILIH LAPISAN GAMBAR KERJA  |  VEGETASI & SIRKULASI MENGIKUTI PARAMETER TAPAK
RINGKASAN KINERJA TERINTEGRASI

Struktur, utilitas, energi, material, interior & eksterior

Angka berubah langsung mengikuti semua parameter. Gunakan sebagai pembanding awal, bukan pengganti kalkulasi profesional.

MODEL PEMBELAJARAN

Dari baseline menuju skenario yang lebih sesuai konteks.

Pola interaksi terinspirasi oleh MABI—memasukkan kondisi awal, memilih peningkatan, lalu membandingkan dampak—namun variabel dan pembacaannya dikembangkan khusus untuk perancangan arsitektur Indonesia.

Sumber inspirasi interaksi: MIT MABI ↗

Data iklim provinsi menggunakan profil indikatif ibu kota provinsi dan zona iklim untuk orientasi studio. Nilai energi, karbon, air, kenyamanan, dan biaya adalah indeks komparatif, bukan audit bangunan. Verifikasi dengan data BMKG, peta risiko BNPB, regulasi daerah, survei tapak, simulasi teknis, dan tenaga profesional.

PROJECT & PORTFOLIO

Proyek dan Jejak Keputusan

Ruang kerja untuk brief, tapak, program, tahapan desain, artefak, versi, komentar, dan portofolio akademik.

ANATOMI PORTFOLIO

Portofolio adalah argumen visual, bukan album gambar.

01

Masalah

Brief, konteks, pengguna, konflik, dan tujuan proyek.

02

Bukti

Data, sumber, analisis, preseden, dan kriteria terukur.

03

Eksplorasi

Alternatif, model, sketsa, simulasi, kritik, dan kegagalan.

04

Keputusan

Alasan seleksi, trade-off, koordinasi sistem, dan revisi.

05

Resolusi

Gambar final, kinerja, detail, refleksi, dan pelajaran.

EVALUATION & AI GOVERNANCE

Evaluasi, Bukti, dan Kendali Mutu

Memeriksa konsistensi brief–analisis–konsep–keputusan tanpa menggantikan verifikasi profesional.

PRINSIP AI

Bantu berpikir.
Bukan memutuskan.

Semua keluaran AI harus ditandai, memiliki sumber, dan diverifikasi pengguna. Klaim struktur, regulasi, serta simulasi memerlukan data dan perhitungan sah.

QUALITY GATESPemeriksaan sebelum persetujuan tahap
DESIGN EXCELLENCE REVIEWPenilaian awal lintas kinerja

Kerangka evaluasi diadaptasi untuk pembelajaran dari AIA Framework for Design Excellence. Skor adalah alat refleksi awal, bukan sertifikasi profesional.

PEDOMAN PEMANFAATAN AI 2026

Zona ditetapkan per tugas,
bukan per mata kuliah.

Jika zona belum dinyatakan dosen, berlaku Zona Kuning sementara: AI hanya untuk pencarian informasi awal dan penyuntingan bahasa, dengan deklarasi wajib.

MERAH

Terlarang

AI tidak digunakan. Mahasiswa menyimpan bukti proses dan mengerjakan kemampuan inti secara mandiri.

KUNING

Terbatas dengan aturan

Hanya pada tahap yang disebutkan dosen. Hasil akhir tetap orisinal, riwayat perintah dan deklarasi wajib disimpan.

HIJAU

Dianjurkan dengan refleksi

AI menjadi bahan latihan kritik. Penilaian menekankan koreksi, alasan menerima atau menolak, dan konteks lokal.

PENETAPAN BAKUCari zona menurut jenis tugas arsitektur
FORMULIR DIGITALDeklarasi ringkas penggunaan AI
15 BUTIR VERIFIKASISebelum keluaran AI dipakai
0 dari 15 selesai
Sumber kebijakan: Pedoman Pemanfaatan Kecerdasan Artifisial, Prodi Arsitektur & Magister Arsitektur UNMER Malang, 2026. Ringkasan aplikasi tidak menggantikan dokumen resmi.
ARCHITECTURAL PROGRAMMING WORKSPACE

Pemrogram Arsitektur

Susun brief, pengguna, aktivitas, kapasitas, kebutuhan ruang, luasan, dan hubungan fungsional sebelum bentuk dirancang.

KERANGKA

Goals · Facts · Concepts · Needs · Problem

Program adalah dasar keputusan desain, bukan daftar ruang semata. Rumuskan tujuan, kumpulkan fakta, uji konsep organisasi, hitung kebutuhan, lalu nyatakan masalah desain yang harus dijawab.

01 · PROJECT BRIEFIdentitas dan tujuan proyek
02 · SPACE REQUIREMENTSProgram ruang terukur
RuangAktivitasKapasitasm²/orangLuas netoZonaPersyaratan khusus
03 · DESIGN PROBLEMPernyataan masalah
LANDASAN METODESumber primer
WBDG · Architectural Programming ↗AIA · Best Practices ↗

Angka luasan contoh wajib diverifikasi terhadap standar tipologi, observasi, regulasi, dan kebutuhan pengguna proyek.

DESIGN METHOD KNOWLEDGE BASE

Metode, Konsep & Transformasi

Struktur pembelajaran dari membaca konteks sampai membuktikan keputusan desain, disusun dari buku ajar dan materi kuliah yang diberikan.

KERANGKA TERINTEGRASI

Konteks → Relasi → Organisasi → Konsep → Transformasi → Sistem → Evaluasi

Setiap tahap harus menghasilkan artefak yang dapat ditelusuri: data, diagram, kriteria, alternatif, gambar skematik, dan bukti kinerja.

TEORI & METODE 1980–2026

Tujuh jalur membaca arsitektur mutakhir

Pilih dari menu kiri untuk membuka teori, perangkat analisis, tokoh, karya, dan transfernya ke studio.

01 · 1980–kini

Postmodernisme

Teori: kritik terhadap universalisme modern; sejarah, tanda, warna, ironi, dan makna jamak kembali menjadi perangkat komunikasi.

Metode: baca kode budaya, tipe, fasad, simbol, dan penerimaan pengguna; bandingkan makna yang dimaksud dengan makna yang terbaca.

TOKOH · Robert Venturi, Denise Scott Brown, Michael Graves
KARYA · Vanna Venturi House, Portland Building, Sainsbury Wing
02 · 1970–kini

High-Tech

Teori: struktur, servis, komponen industri, dan proses perakitan ditampilkan sebagai bahasa arsitektur.

Metode: petakan jalur gaya, modul, sambungan, servis, fleksibilitas, perawatan, dan siklus penggantian komponen.

TOKOH · Renzo Piano, Richard Rogers, Norman Foster
KARYA · Centre Pompidou, Lloyd’s Building, HSBC Hong Kong
03 · 1980–2000+

Dekonstruksi

Teori: mengganggu stabilitas geometri, hirarki, pusat, batas, dan pembacaan tunggal tanpa melepaskan kebutuhan program.

Metode: lakukan fragmentasi, superimposisi, displacement, folding, dan collision; uji kembali orientasi, struktur, serta keterbacaan pengguna.

TOKOH · Zaha Hadid, Peter Eisenman, Daniel Libeskind
KARYA · Vitra Fire Station, Wexner Center, Jewish Museum Berlin
04 · 1980–kini

Regionalisme Kritis

Teori: modernitas ditafsirkan melalui topografi, iklim, material, tektonik, budaya, dan pengalaman inderawi setempat.

Metode: audit iklim dan budaya, petakan pengetahuan lokal, lalu terjemahkan prinsipnya tanpa menyalin bentuk tradisional.

TOKOH · Geoffrey Bawa, Glenn Murcutt, Tadao Ando, Andra Matin
KARYA · Kandalama, Magney House, Church of Light, Katamama
05 · 1990–2026

Keberlanjutan

Teori: bangunan dinilai melalui karbon, energi, air, kesehatan, biodiversitas, ketahanan, keadilan, dan siklus hidup.

Metode: tetapkan baseline dan target; gunakan analisis iklim, LCA, energi, air, material, POE, serta rencana adaptasi.

TOKOH · Rolf Disch, Stefano Boeri, White Arkitekter
KARYA · Heliotrop, Bosco Verticale, Sara Kulturhus
06 · 1990–2026

Desain Digital & Parametrik

Teori: algoritma, parameter, data, simulasi, fabrikasi, dan umpan balik memperluas cara menghasilkan serta menguji alternatif.

Metode: nyatakan parameter dan batas, bangun model generatif, jalankan simulasi, lakukan optimasi multi-kriteria, lalu verifikasi hasil.

TOKOH · Zaha Hadid, Killa Design, MAD Architects
KARYA · Morpheus Hotel, Museum of the Future, Lucas Museum
07 · 2000–2026

Praktik Kontemporer

Teori: praktik bergerak lintas disiplin dan menggabungkan riset, partisipasi, reuse, material baru, data, serta isu sosial-ekologis.

Metode: bentuk tim dan pertanyaan bersama; gunakan co-design, prototyping, scenario planning, evidence-based design, dan evaluasi pascahuni.

TOKOH · MVRDV, SANAA, SHAU, IBUKU
KARYA · Valley, Sydney Modern, Microlibrary, The Arc
SIMULASI METODE AKTIF

Postmodernisme

Uji bagaimana intensitas teori memengaruhi keputusan ruang, bentuk, sistem, dan komunikasi.

Simulasi membandingkan kecenderungan keputusan konseptual. Hasil wajib diuji kembali dengan data tapak, pengguna, struktur, iklim, regulasi, biaya, dan bukti kinerja.

RUJUKAN UTAMA

Tiga fondasi metode perancangan

Foto, karya, dan tautan sumber ditampilkan langsung agar setiap kerangka dapat ditelusuri.

Sampul Site Analysis karya Edward T. White
01 · SITE ANALYSIS

Edward T. White

Inventaris konteks, diagram informasi tapak, interpretasi pengaruh, dan penerjemahan fakta menjadi implikasi desain.

Buka sumber buku ↗
Foto Francis D. K. Ching
02 · FORM, SPACE & ORDER

Francis D. K. Ching

Elemen pembentuk, hubungan bentuk–ruang, organisasi spasial, sirkulasi, proporsi, skala, dan prinsip penyusunan.

Buka sumber Wiley ↗
Foto Philip D. Plowright
03 · DESIGN METHODS

Philip D. Plowright

Domain pengetahuan, framing, pola, forces, konsep, transfer antardomain, pengambilan keputusan, dan pengujian koherensi.

Buka sumber Routledge ↗
METODE TERAPAN

Dari teori menuju artefak perancangan

Setiap metode dijabarkan sebagai urutan kerja, perangkat, keluaran, dan pemeriksaan—bukan sekadar biografi tokoh.

01EDWARD T. WHITE

Site Analysis

Mengubah data tapak menjadi diagram pengaruh dan konsekuensi desain.

  1. Tentukan cakupan.Batas tapak, skala kawasan, program, pemangku kepentingan, periode observasi, dan keputusan yang perlu didukung.
  2. Inventarisasi fakta.Lokasi, batas, regulasi, akses, utilitas, konteks, iklim, topografi, tanah, hidrologi, vegetasi, kebisingan, pandangan, dan risiko.
  3. Diagramkan tiap lapisan.Gunakan peta dasar konsisten; bedakan fakta, arah, intensitas, waktu, serta sumber data.
  4. Interpretasikan pengaruh.Ubah data menjadi aset, kendala, peluang, konflik, zona sensitivitas, dan hubungan antarlapisan.
  5. Rumuskan respons.Turunkan kriteria orientasi, akses, zonasi, massa, ruang luar, drainase, preservasi, serta mitigasi.
  6. Uji dan verifikasi.Cocokkan respons dengan survei lapangan, regulasi, pengguna, dan alternatif desain.
PERANGKAT

base map · overlay · diagram panah/medan · matriks potensi–kendala · composite map

LUARAN

site inventory · peta analisis · design implications · kriteria tapak · problem statement

CEK KRITIS

Apakah setiap keputusan tapak dapat ditelusuri ke data, waktu pengamatan, dan sumber yang sah?

02F. D. K. CHING

Form, Space & Order

Menyusun bentuk dan ruang melalui kosakata visual yang dapat dibandingkan.

  1. Kenali elemen primer.Titik, garis, bidang, dan volume dipakai untuk membentuk medan, batas, arah, pusat, serta teritori.
  2. Operasikan bentuk.Uji bentuk dasar, dimensi, transformasi, aditif–subtraktif, artikulasi permukaan, tepi, dan bukaan.
  3. Bentuk kualitas ruang.Atur derajat keterlingkupan, cahaya, pandangan, hubungan dalam–luar, ambang, dan kontinuitas.
  4. Pilih relasi ruang.Ruang di dalam ruang, saling mengunci, bersebelahan, atau dihubungkan ruang bersama.
  5. Bandingkan organisasi.Terpusat, linear, radial, mengelompok, dan grid dibandingkan terhadap program serta pertumbuhan.
  6. Susun sirkulasi.Pendekatan, masuk, konfigurasi jalur, hubungan jalur–ruang, dan bentuk ruang sirkulasi.
  7. Uji skala dan keteraturan.Proporsi, skala manusia, sumbu, simetri, hirarki, datum, ritme, repetisi, dan transformasi.
PERANGKAT

diagram figure–ground · adjacency · bubble diagram · parti · sequence · comparative matrix

LUARAN

organisasi ruang · diagram sirkulasi · hierarki · alternatif gubahan · prinsip keteraturan

CEK KRITIS

Apakah susunan ruang memperjelas program dan pengalaman, bukan hanya menghasilkan komposisi formal?

03PHILIP D. PLOWRIGHT

Revealing Architectural Design

Membuka logika di balik konsep agar keputusan dapat dipahami dan diuji.

  1. Petakan domain pengetahuan.Bedakan domain arsitektur, pengguna, iklim, teknologi, sosial, ekonomi, budaya, regulasi, dan domain khusus proyek.
  2. Pahami syntax domain.Catat istilah, aturan, hubungan, ukuran keberhasilan, dan jenis bukti yang sah dalam setiap domain.
  3. Lakukan framing.Pilih sudut pandang yang menentukan apa yang dianggap masalah, relevan, dan mungkin ditindaklanjuti.
  4. Pilih gaya berpikir.Gunakan analitis, kreatif, analogis, abductive, atau first-principles sesuai jenis keputusan.
  5. Transfer antardomain.Abstraksikan hubungan dari domain sumber, petakan kesetaraannya, lalu terjemahkan—jangan menyalin bentuk mentah.
  6. Pilih framework.Patterns untuk konfigurasi berulang; forces untuk menyeimbangkan tekanan; concepts untuk gagasan pengarah.
  7. Putuskan dan uji.Nyatakan alasan, bias, konsekuensi, koherensi internal, alternatif pembanding, dan bukti keberhasilan.
PERANGKAT

domain map · framing statement · pattern/force map · concept matrix · decision log

LUARAN

kerangka masalah · konsep yang dapat ditelusuri · alternatif · argumen keputusan · protokol pengujian

CEK KRITIS

Framework apa yang dipakai, apa yang mampu dijelaskan, bias apa yang dibawa, dan bukti apa yang dapat membantah keputusan?

01
EDWARD T. WHITE · SITE ANALYSIS

Konteks, Tapak & Masalah

Bangun dasar keputusan sebelum menggambar bentuk.

Cuplikan faktor analisis tapak
ANALISIS TAPAK

Lapisan data konteks

Petakan lokasi, pencapaian, kebisingan, matahari, lingkungan, kontur, peraturan, dan pandangan. Setiap temuan diubah menjadi potensi, kendala, kriteria, lalu respons.

  • Peta fakta terukur
  • Diagram pengaruh
  • Respons awal yang dapat diuji
Kerangka utama: Edward T. White, Site Analysis: Diagramming Information for Architectural Design. Cuplikan lokal: Metode Analisis Site/Tapak, hlm. 4.
PERTANYAAN KUNCI

Apa yang harus dijawab desain?

  1. Siapa pengguna dan aktivitasnya?
  2. Apa konflik utama tapak-program?
  3. Kondisi mana yang wajib dipertahankan?
  4. Kinerja apa yang menjadi ukuran keberhasilan?
LUARAN · site inventory, peta analisis, design criteria, problem statement
02
F. D. K. CHING · FORM, SPACE & ORDER

Bentuk, Ruang & Susunannya

Terjemahkan aktivitas menjadi hubungan spasial, organisasi, dan alur sirkulasi yang dapat diuji.

A

Ruang di dalam ruang

Ruang besar memuat ruang yang lebih kecil. Uji hirarki, ambang, pengawasan, dan tingkat privasinya.

Kerangka: Ching, spatial relationships.
B

Ruang saling mengunci

Dua ruang bertumpang tindih dan membentuk zona bersama yang dapat menjadi pengikat program.

Kerangka: Ching, interlocking spaces.
C

Ruang bersebelahan

Ruang berbagi batas. Uji kedekatan aktivitas, akses, akustik, bukaan, struktur, dan servis.

Kerangka: Ching, adjacent spaces.
D

Dihubungkan ruang bersama

Dua ruang terpisah dipersatukan ruang perantara; bentuk dan orientasinya menentukan kekuatan hubungan.

Kerangka: Ching, spaces linked by a common space.
E

Organisasi spasial

Bandingkan susunan terpusat, linear, radial, mengelompok, dan grid sesuai hierarki serta pola pertumbuhan.

Kerangka: Ching, spatial organizations.
F

Sirkulasi & pengalaman

Uji pendekatan, pintu masuk, urutan jalur, hubungan jalur-ruang, serta bentuk ruang sirkulasi.

Kerangka: Ching, circulation.
03
PHILIP D. PLOWRIGHT · DESIGN METHODS

Metode, Kerangka & Alat Perancangan

Susun domain pengetahuan, framing, pola, forces, konsep, keputusan, dan pengujian menjadi alur yang koheren.

Cuplikan materi design concept
FRAMING → CONCEPT

Dari pengetahuan menuju keputusan

Definisikan domain yang relevan, bingkai persoalan, baca pola dan forces, lalu lakukan transfer ke konsep ruang, tapak, bentuk, struktur, konstruksi, dan MEP.

Kerangka utama: Philip D. Plowright, Revealing Architectural Design. Gambar pendukung: Buku Ajar TMPA 4, Bab I, hlm. PDF 8.
Cuplikan materi tema dan konsep
DECISION → TEST

Koherensi dan pengujian

Nyatakan alasan setiap keputusan, uji kesesuaiannya terhadap framing dan kriteria, bandingkan alternatif, lalu dokumentasikan umpan balik dan revisi.

Kerangka utama: Philip D. Plowright, Revealing Architectural Design. Gambar pendukung: Buku Ajar TMPA 4, Bab II, hlm. PDF 16.
04
KEPUTUSAN

Pendekatan & Transformasi

Ubah gagasan menjadi alternatif, bukan satu bentuk prematur.

Cuplikan pendekatan dalam perancangan
DESIGN APPROACH

Lensa untuk memilih respons

Uji pendekatan ekonomi, perilaku, lingkungan, kontekstual, tipologis, teknologi, dan estetika sesuai masalah proyek. Nyatakan alasan memilih satu pendekatan atau kombinasi.

Sumber gambar dan ringkasan: Buku Ajar TMPA 4, Bab III, hlm. PDF 46.
Cuplikan transformasi rancangan
TRANSFORMATION

Operasi perubahan terarah

Catat sumber bentuk, aturan perubahan, tahapan, dan akibat ruangnya. Bandingkan pemindahan rupa, dekomposisi, pengurangan, penambahan, perubahan dimensi, dan konfigurasi.

Sumber gambar dan ringkasan: Buku Ajar TMPA 4, Bab IV, hlm. PDF 54.
05
INTEGRASI

Skematik, Struktur & Sistem Bangunan

Setiap keputusan bentuk mempunyai konsekuensi lintas sistem.

Diagram bangunan sebagai sistem terpadu
BUILDING TECHNOLOGY

Bangunan sebagai sistem terpadu

Material, struktur, api, air, udara, kelembapan, termal, cahaya, akustik, utilitas, pemeliharaan, dan limbah harus dibaca sebagai hubungan timbal balik.

Sumber gambar dan ringkasan: MIT 4.401 Introduction to Building Technology, Spring 2006, slide 8.
Cuplikan analisis struktur bersejarah
STRUCTURAL READING

Belajar dari perilaku dan kegagalan

Preseden struktur dibaca melalui bentang, geometri, material, jalur gaya, perubahan, kerusakan, dan intervensi; bukan hanya melalui penampilan.

Sumber gambar: MIT Analysis of Historic Structures, John Ochsendorf, slide 2.
06
KELUARAN

Diagram, Bukti & Evaluasi

Representasi harus menjelaskan alasan dan konsekuensi keputusan.

Cuplikan shapes symbols and rules
VISUAL REASONING

Bentuk, aturan, dan kemungkinan

Gunakan diagram untuk menemukan bentuk tersirat, membandingkan alternatif, dan menjelaskan aturan generatif. Bedakan identitas bentuk dengan kemungkinan pembacaan atau embedding.

Sumber gambar dan ringkasan: MIT 4.540, Design as Art and Use, slide 5.
PAKET BUKTI

Luaran minimum yang dapat diaudit

  1. Inventaris data dan sitasi
  2. Diagram analisis-sintesis
  3. Matriks kriteria dan alternatif
  4. Skematik tapak, ruang, bentuk, struktur, dan utilitas
  5. Evaluasi kinerja serta revisi
  6. Daftar sumber gambar dan penjelasan
PRINSIP · setiap gambar menjawab “sumbernya apa, keputusan apa, dan diuji dengan apa?”
REGISTER SUMBERDokumen yang dipakai dalam struktur ini

Buku Ajar TMPA 4 — konsep, tema, pendekatan, transformasi, tugas, dan luaran studio.

Metode Analisis Site/Tapak — faktor, proses, dan respons analisis tapak.

MIT OpenCourseWare — relasi ruang, layers/zones/diagramming, visual reasoning, teknologi bangunan, struktur, dan studio design.

Gambar ditampilkan sebagai cuplikan pembelajaran dengan sumber pada tiap kartu. Hak cipta tetap pada penulis dan penerbit masing-masing.

RPS-ALIGNED MICRO LEARNING

Kuis & Pelajaran Teknis

Kuis formatif SPA I–VI dan mata kuliah terkait, ditautkan dengan pelajaran singkat struktur, teknologi bangunan, utilitas, fisika bangunan, transportasi vertikal, parkir, dan vegetasi.

ARCHITECTURAL DESIGN VIDEO LIBRARY

Video Perancangan Arsitektur

Materi audiovisual terpilih untuk memperjelas pemrograman, analisis, konsep, sistem bangunan, dan teori perancangan.

12 TEMA PERANCANGAN

Lihat prosesnya.
Pahami keputusannya.

Setiap video dapat diputar langsung tanpa meninggalkan aplikasi. Gunakan video sebagai pengantar, lalu periksa sumber asli, konteks, tanggal, dan relevansinya terhadap proyek studio.

Sumber kurasi: daftar tautan pencarian pada link_video_arsitektur.zip yang diberikan pengguna. Video tetap berada di YouTube dan hak cipta dimiliki kanal/penerbit masing-masing. Thumbnail, nama kanal, dan tautan sumber asli dicantumkan pada setiap sajian.
DATA ARSITEK · STANDAR & TIPOLOGI

Pustaka Data Arsitek

Indeks teknis terstruktur dari tiga jilid Data Arsitek: manusia, ruang, konstruksi, sirkulasi, tapak, dan tipologi bangunan.

3 JILID · DAFTAR ISI TERSTRUKTUR

Dari ukuran manusia
menuju program bangunan.

Kategori mengikuti struktur daftar isi tiap jilid. Gunakan sebagai orientasi awal dan pembanding desain; angka dan ketentuan wajib diperiksa pada halaman asli serta standar Indonesia yang berlaku.

Cuplikan berasal dari PDF Data Arsitek Jilid 1–3 yang diberikan pengguna dan ditampilkan terbatas untuk keperluan pembelajaran. Aplikasi tidak menggantikan buku, regulasi, maupun verifikasi profesional.
520 ARCHITECTS & PRECEDENTS

Arsitek & Preseden

Katalog 520 tokoh dan karya dengan foto, uraian singkat, geotag, periode, dan sumber yang dapat ditelusuri.

WORLD PRECEDENT ATLAS

Peta Dunia 520 Karya Arsitektur

Klik titik untuk membuka tokoh, karya, foto, deskripsi, periode karya, dan sumber. Koleksi kontemporer diperluas hingga 2026.

DUNIA
520 geotag aktifKlik kelompok untuk memilih karya · seret untuk menggeser · gulir untuk zoom.
Klasik & peradaban awalMedieval–GotikRenaisans–RevivalModernismeBrutalismePostmodernismeRegionalismeOrganik–EkologisHigh-Tech–DigitalDekonstruksiKontemporer / lintas gayaPeta dasar: OpenStreetMap · warna menunjukkan rumpun gaya dominan; pendekatan dan tema disaring terpisah.
EDITORIAL SOURCE LAYER

Foto cepat, gambar kerja tetap bersumber.

Pratinjau karya disimpan ringan di ARCHIDESIGN. Galeri lengkap, denah, potongan, tampak, dan kredit fotografer dibuka pada halaman penerbit asal.

Skema perluasan ribuan karyametadata + koordinat → foto pratinjau beratribusi → tautan artikel → klasifikasi gaya, periode, wilayah, pendekatan, dan tema. Data baru dapat ditambahkan tanpa mengubah mesin peta.
KOLEKSI TERINTEGRASI

Atlas Arsitektur Modern

Tokoh, karya, dan aliran dari proyek Atlas Arsitektur Modern, dengan klaster Indonesia dan Australia yang diperluas.

32tokoh42karya12aliran
Fokus regional baruIndonesia · modern tropis, sosial, kontekstual, dan kontemporerAustralia · modernisme iklim, rumah eksperimental, struktur, dan desain untuk Country
BUKAN PAPAN GAYA

Pelajari logika keputusan,
bukan menyalin bentuk.

Setiap profil diringkas sebagai pintu masuk studi preseden. Baca karya dalam konteks tempat, program, struktur, material, iklim, pengguna, dan zamannya.

Metadata profil bersumber dari Wikidata; foto tokoh dan karya terhubung ke Wikimedia Commons. Buka detail profil untuk melihat sumber dan halaman atribusi. Katalog ini merupakan indeks pembelajaran—verifikasi kembali metadata, penulis karya, dan lisensi media sebelum publikasi ulang.

KNOWLEDGE EXPLORER

Referensi Desain

Telusuri pengertian, bakuan, prosedur, dokumen, dan pemeriksaan mutu desain.

CURRICULUM PATHWAY

Skema Kurikulum Prodi Arsitektur

Kerangka keterkaitan seluruh mata kuliah dengan Studio Perancangan Arsitektur I–VI.

KERANGKA INTEGRASI

SPA sebagai tulang punggung kurikulum

Pilih mata kuliah atau tahap SPA untuk menyorot hubungan pengetahuan, teknologi, komunikasi, riset, dan praktik ke dalam studio.

30mata kuliah
StudioTeknologiTeori
DESIGN WORKFLOW

Alur Perancangan

Checklist bertahap dari pembacaan brief sampai presentasi akhir.

PROGRES ANDA0 dari 8 tahap selesai
PERSONAL COLLECTION

Referensi Tersimpan

Tandai materi yang sering digunakan agar cepat ditemukan kembali.

☆

Belum ada referensi tersimpan

Tekan ikon bintang pada kartu referensi.

CLASSROOM SERVER

Server Kelas

Bagikan aplikasi kepada mahasiswa yang berada pada jaringan Wi-Fi/LAN yang sama.

STATUS SERVER

Aktif dan siap diakses

Aplikasi desktop menjalankan server secara otomatis. Mahasiswa tidak perlu memasang aplikasi; cukup membuka alamat kelas melalui browser.

PORT 4180
ALAMAT AKSESTautan untuk mahasiswa
Mendeteksi jaringan lokal…
VALIDATED GLOBAL LIBRARY

Pustaka Global

Referensi resmi dan primer untuk pemrograman, perancangan, regulasi, aksesibilitas, BIM, kesehatan, dan keberlanjutan.

PRINSIP PENGGUNAAN

Global sebagai pembanding.
Lokal sebagai pengendali.

Gunakan regulasi Indonesia dan peraturan daerah terbaru sebagai dasar kepatuhan proyek. Standar internasional, kerangka profesi, dan buku dipakai untuk memperluas metode, menguji mutu, dan memperkuat argumentasi desain.