Studio Keputusan 2 Platform analisis & keputusan multidisiplin
Ini data contoh (hambatan implementasi program) untuk melihat cara kerja tiap langkah. Mengubah apa pun menjadikannya proyek Anda.
Elemen yang dianalisis
Tuliskan faktor, hambatan, kriteria, atau variabel penelitian yang ingin disusun hierarkinya, misalnya regulasi pemerintah, dukungan manajemen puncak, kompetensi SDM. Teks abu-abu di kolom hanya contoh. Satu baris satu elemen. Urutan di sini menjadi nomor E1, E2, dan seterusnya.
Tempel banyak sekaligus
Tempel daftar dari Excel, Word, atau dipisah titik koma (mis. makan;mandi;tidur). Elemen yang sudah ada dan relasinya tetap dipertahankan.
Structural Self-Interaction Matrix (Matriks Interaksi Diri Struktural)
Untuk setiap pasangan, pilih hubungan antara elemen baris (i) dan elemen kolom (j). Tiga cara mengisi: geser ikon V, A, X, O dari palet ke sel; pilih kuas (klik ikon di palet) lalu klik atau sapukan ke beberapa sel; atau klik sel untuk memilih lewat kalimat. Keyboard: tekan V, A, X, O.
V baris memengaruhi kolom (i → j)A kolom memengaruhi baris (j → i)X saling memengaruhi (i ↔ j)O tidak berhubungan
PaletGeser ikon ke sel. Ikon di dalam sel juga bisa digeser ke sel lain.
Sel kosong dihitung sebagai O (tidak berhubungan) saat menghitung hasil.
Reachability matrix (Matriks keterjangkauan)
SSIM diubah menjadi angka 1 dan 0, lalu diperiksa transitivity-nya (transitivitas): jika Ea memengaruhi Eb dan Eb memengaruhi Ec, maka Ea dianggap memengaruhi Ec.
Final Reachability Matrix / FRM (Matriks Keterjangkauan Akhir)
Sel berwarna 1* adalah transitive link (hubungan transitif).
Level partition (Partisi level)
Elemen yang reachability set (himpunan keterjangkauan)-nya sama dengan intersection (irisan)-nya ditempatkan pada level tersebut, lalu dikeluarkan dan proses diulang. Level I berada di puncak hierarki (paling dipengaruhi), level terakhir adalah pendorong dasar.
Level summary (Ringkasan level)
Iteration (Iterasi partisi)
Conical matrix (Matriks konikal, diurutkan per level)
ISM model (Model ISM)
Digraph (digraf) hierarki setelah transitive link (tautan transitif) dihapus. Panah menunjukkan arah pengaruh, dari pendorong di bawah ke elemen yang dipengaruhi di atas. Elemen yang saling memengaruhi digabung dalam satu kotak.
MICMAC analysis (Analisis Matriks Dampak Silang Berganda untuk Klasifikasi)
Driving power (daya dorong) adalah jumlah baris FRM, yaitu berapa elemen yang dipengaruhi. Dependence power (daya ketergantungan) adalah jumlah kolom, yaitu berapa elemen yang memengaruhinya. Garis tengah berada di n/2.
III · Linkage (Penghubung)Keduanya tinggi. Tidak stabil, perubahan merambat.
I · Autonomous (Otonom)Keduanya rendah. Relatif terlepas dari sistem.
II · Dependent (Terikat)Daya dorong rendah, ketergantungan tinggi. Hasil/keluaran.
Classification (Tabel klasifikasi)
Pilih metode analisis
Metode dikelompokkan menurut rumpun keilmuan yang umum memakainya. Setiap metode bisa dipakai sendiri atau digabung: hasil satu metode dapat dikirim menjadi masukan metode lain untuk perbandingan sebelum mengambil keputusan.
Kombinasi yang umum dipakai
Delphi → ISM → MICMACFaktor yang disepakati pakar disusun hierarki pengaruhnya.
Delphi → AHPKriteria hasil konsensus pakar langsung dibobot dan dipakai memeringkat alternatif.
ISM → AHPElemen ISM dipakai sebagai kriteria AHP untuk membandingkan struktur pengaruh dengan bobot kepentingan.
PESTEL → SWOTFaktor makro menjadi peluang dan ancaman pada matriks EFAS.
Site Analysis → SWOTPotensi tapak menjadi kekuatan, kendala menjadi kelemahan.
Delphi + ISM + AHP → SintesisBandingkan median pakar, daya dorong, dan bobot untuk satu keputusan.
DEMATEL → ISM (ISM–DEMATEL)Matriks hubungan total menjadi SSIM, lalu disusun hierarki dan MICMAC.
AHP → TOPSISBobot kriteria AHP dipakai TOPSIS untuk memeringkat alternatif dari data terukur.
SWOT → AHP (A'WOT)Kelompok S, W, O, T dibobot dengan AHP untuk menajamkan prioritas strategi.
Reliabilitas & faktor → PLS-SEM / CB-SEMUji α dan analisis faktor di Statistik, lalu susun model pengukuran dan struktural dari dataset yang sama.
Kedalaman rumah → StatistikTabel TD dan rasio depth banyak rumah dikirim ke dataset untuk uji beda atau korelasi antarkelompok.
OTTV → simulasi desainBandingkan OTTV per orientasi, WWR, dan peneduh sebelum memilih alternatif desain selubung.
Delphi method (Metode Delphi)
Tuliskan butir (pernyataan, faktor, atau indikator) yang akan dinilai panel pakar, daftar pakar, dan kriteria konsensus yang dipakai.
Ini data contoh (faktor kelayakan kawasan permukiman, 7 pakar, 2 putaran). Mengubah apa pun menjadikannya proyek Anda.
Items (Butir)
Expert panel (Panel pakar)
Nama boleh disamarkan (Pakar 1, Pakar 2, …) untuk menjaga anonimitas.
Consensus criteria (Kriteria konsensus)
Nilai bawaan mengikuti praktik yang banyak dipakai (mis. median ≥ 4 dan IQR ≤ 1 untuk skala 5). Sesuaikan dengan rujukan penelitian Anda.
Expert ratings (Penilaian pakar)
Ketik angka di sel, kursor otomatis pindah ke pakar berikutnya. Data dari Excel atau Google Forms bisa langsung ditempel (Ctrl+V / ⌘V) mulai dari sel yang dipilih.
Putaran berikutnya otomatis hanya memuat butir yang belum mencapai konsensus.
Delphi result (Hasil Delphi)
Kuartil dihitung dengan interpolasi linear (setara QUARTILE.INC di Excel). SD memakai simpangan baku sampel.
Gunakan hasil konsensus
Butir yang diterima pada putaran terakhir penilaiannya dapat dikirim ke metode lain.
Analytic Hierarchy Process (Proses Hierarki Analitik)
Tentukan criteria (kriteria) yang dipakai untuk menilai, dan bila perlu alternatives (alternatif) yang akan diperingkat. Tanpa alternatif, AHP menghasilkan bobot kriteria saja.
Ini data contoh (pemilihan lokasi permukiman). Mengubah apa pun menjadikannya proyek Anda.
Criteria (Kriteria)
Alternatives (Alternatif) opsional
Pairwise comparison (Perbandingan berpasangan)
Geser penanda ke arah elemen yang lebih penting. Semakin jauh dari tengah, semakin kuat tingkat kepentingannya pada skala Saaty 1–9. Rasio konsistensi diperbarui langsung.
← lebih pentingsamalebih penting →
Saaty scale (Skala Saaty)
1 sama penting3 sedikit lebih penting5 lebih penting7 sangat lebih penting9 mutlak lebih penting2, 4, 6, 8 nilai antara
AHP result (Hasil AHP)
Bobot diperoleh dari principal eigenvector (vektor eigen utama) setiap matriks. Penilaian dianggap konsisten bila Consistency Ratio (rasio konsistensi, CR) ≤ 0,10.
SWOT factors (Faktor SWOT)
Isi faktor internal (Strengths/kekuatan, Weaknesses/kelemahan) dan eksternal (Opportunities/peluang, Threats/ancaman). Beri bobot 0–1 (total internal = 1, total eksternal = 1) dan rating 1–4 untuk setiap faktor.
Ini data contoh (pengembangan kawasan wisata tepi sungai). Mengubah apa pun menjadikannya proyek Anda.
Rating: 1 = pengaruh sangat kecil / lemah, 2 = kecil, 3 = besar, 4 = sangat besar / kuat. Kolom abu-abu hanya contoh.
IFAS–EFAS & strategy (Matriks IFAS–EFAS dan strategi)
Skor = bobot × rating. Posisi strategi ditentukan oleh selisih skor kekuatan − kelemahan (sumbu X) dan peluang − ancaman (sumbu Y).
IFAS (Faktor strategi internal)
EFAS (Faktor strategi eksternal)
SWOT diagram (Diagram kuadran)
TOWS matrix (Matriks strategi)
Tulis rumusan strategi di setiap sel. Sel yang disorot sesuai posisi kuadran.